SMA Negeri 6 Yogyakarta melaksanakan kegiatan Studi Ilmiah ke Museum Situs Song Terus yang berlokasi di Dusun Weru, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas yang bertujuan memperdalam pemahaman siswa terhadap materi prasejarah dan penelitian ilmiah. Studi ilmiah ini juga terlaksana atas kerja sama dengan Geopark Yogyakarta sebagai mitra edukasi kebumian dan pelestarian warisan geologi.
Museum Situs Song Terus merupakan museum prasejarah yang berdiri di kawasan gua Song Terus, salah satu situs penting penelitian manusia purba di Indonesia. Di museum ini terdapat berbagai koleksi temuan arkeologis, antara lain fosil manusia purba, fosil hewan prasejarah, alat-alat batu, alat serpih, tulang-belulang, serta replika rangka manusia purba yang ditemukan di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat panel informasi mengenai lapisan tanah (stratigrafi), proses ekskavasi, serta penjelasan tentang kehidupan manusia pada masa Paleolitikum hingga Mesolitikum. Siswa juga dapat melihat dokumentasi penelitian arkeologi yang telah dilakukan oleh para ahli dari dalam dan luar negeri.
Selama kegiatan, siswa mengikuti sesi pemaparan materi dari pemandu museum dan tim edukasi, dilanjutkan dengan observasi langsung ke area situs gua. Para siswa kemudian diminta untuk membuat rangkuman hasil kunjungan sebagai bentuk refleksi pembelajaran. Selain itu, mereka juga mengerjakan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang telah disiapkan oleh guru pendamping. LKPD tersebut berisi pertanyaan analisis tentang temuan arkeologi, fungsi alat batu, pola kehidupan manusia purba, serta hubungan kondisi geografis dengan perkembangan peradaban awal.
Melalui studi ilmiah ini, siswa memperoleh penguatan materi dari berbagai mata pelajaran, di antaranya:
- Sejarah, khususnya materi kehidupan manusia purba dan perkembangan kebudayaan prasejarah.
- Geografi, terkait bentang alam karst, proses pembentukan gua, serta konsep geopark dan pelestarian lingkungan.
- Biologi, terutama mengenai evolusi manusia dan adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan.
- Sosiologi dan Antropologi, dalam memahami pola kehidupan sosial masyarakat prasejarah.
- Bahasa Indonesia, melalui kegiatan menyusun laporan hasil observasi dan rangkuman ilmiah.
Adapun penelitian yang dipelajari siswa meliputi proses ekskavasi arkeologi, analisis stratigrafi untuk menentukan usia temuan, identifikasi jenis alat batu dan fungsinya, serta kajian tentang pola hunian manusia purba di kawasan karst Pacitan. Siswa juga memahami pentingnya konservasi situs sejarah sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama.
Kerja sama dengan Geopark Yogyakarta semakin memperkaya wawasan siswa tentang keterkaitan antara warisan geologi (geoheritage), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan ilmiah melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.
Kegiatan Studi Ilmiah ini menjadi salah satu wujud komitmen SMA Negeri 6 Yogyakarta dalam menghadirkan pembelajaran bermakna, kontekstual, dan berbasis riset, sejalan dengan semangat sekolah sebagai institusi pendidikan yang mendorong lahirnya generasi berwawasan ilmiah dan peduli terhadap pelestarian warisan bangsa.
Penulis : Mohamad budi hardyantoni
foto & editor : Mohamad budi hardyantoni
EN
ID