Yogyakarta – Sebanyak 68 guru dan tenaga kependidikan SMA Negeri 6 Yogyakarta mengikuti kegiatan Pendampingan Penulisan Best Practice yang diselenggarakan di Ruang Wijaya Darma SMAN 6 Yogyakarta pada 10 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional pendidik sekaligus membangun budaya literasi dan publikasi ilmiah di lingkungan sekolah.
Kegiatan menghadirkan Dr. Reni Herawati, M.Pd., B.I. sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk mendokumentasikan berbagai pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan selama menjalankan tugas di sekolah melalui penulisan Best Practice. Menurutnya, praktik baik yang terdokumentasi dengan baik akan menjadi sumber inspirasi sekaligus referensi bagi pendidik lainnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran maupun layanan pendidikan.
Materi yang disampaikan meliputi teknik penyusunan Best Practice menggunakan alur STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Refleksi). Melalui pendekatan tersebut, peserta diarahkan untuk menyusun tulisan secara sistematis, mulai dari mengidentifikasi permasalahan, menjelaskan tantangan yang dihadapi, memaparkan strategi penyelesaian, hingga melakukan refleksi terhadap hasil yang telah dicapai. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan judul, identitas penulis, penggunaan data pendukung, dokumentasi foto, serta penyajian tabel dan grafik agar tulisan memiliki kualitas yang baik dan layak dipublikasikan.
Dalam sesi penyampaian materi, Dr. Reni Herawati, M.Pd., B.I. menekankan bahwa setiap guru memiliki pengalaman berharga yang patut dibagikan kepada masyarakat pendidikan.
"Setiap guru memiliki praktik baik yang lahir dari pengalaman di kelas maupun di lingkungan sekolah. Ketika pengalaman tersebut ditulis secara sistematis, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penulis, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi guru-guru lainnya dalam meningkatkan mutu pendidikan," jelas Dr. Reni Herawati.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 6 Yogyakarta, Sri Moerni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas semangat seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan pendampingan tersebut. Menurut beliau, budaya menulis menjadi salah satu indikator berkembangnya profesionalisme pendidik.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui penulisan Best Practice, guru dan tenaga kependidikan dapat mendokumentasikan berbagai inovasi yang telah dilakukan sehingga dapat menjadi inspirasi, memperkuat kolaborasi, serta memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun secara lebih luas," tutur Sri Moerni.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi pemaparan materi, refleksi pengalaman, diskusi, serta praktik menyusun kerangka Best Practice. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai inovasi pembelajaran maupun pelayanan yang telah diterapkan di SMAN 6 Yogyakarta.
Melalui kegiatan ini, SMAN 6 Yogyakarta berharap semakin banyak karya Best Practice yang dihasilkan oleh guru dan tenaga kependidikan. Karya-karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi pengalaman profesional, tetapi juga dapat diterbitkan dalam bentuk buku maupun media publikasi ilmiah sehingga mampu memperkuat budaya berbagi pengetahuan, meningkatkan kompetensi pendidik, serta mengharumkan nama SMAN 6 Yogyakarta sebagai sekolah yang terus berinovasi dan berprestasi.
Penulis: Mohamad Budi Hardyantoni, S.Pd., Gr.
EN
ID